My Heart

I’m gonna tell you this thing that scares me. If i die, one day, of a disease, it’s gonna be heart attack.

Just like my father did.

I knew it all along back then.

Long before doctor DID find something wrong with my heart. Long before i was chateterized somewhen in 2010.
:(

Taman Safari Indonesia

Nah, kalau ini ceritanya beberapa minggu yang lalu. Udah niat bgt ngajak kinan ke TSI ini, tapi jiper duluan. Ke puncak macet cyiiinnn..

Sampai akirnya tekad dibulatkan. Berangkatlah ayah, ibu, dan kinan. Yang manaaaa.. bener kan macet. Hiks.

3 jam dan beberapa bungkus cemilan kemudian, sampailah kita ke sana.
Bajus yaaa.. kinan yg pas sampe tsi lg tidur, lgsg melek. Hihi.. dan karena nyampe sananya jg kesiangan jadi ga sempet liat atraksi2nya.

Harga tiket tsi lumayan mahal sih menurut dompet eike. Orang dewasa 130ribuan. Anak kicik gratis. Enaknya ke sana ramean ya, tp kemarin nenis dan om om ada acara masing-masing.

Next time mesti ke sini lagi bareng2. *nabung dulu tapi. Mahal soalnya :p

image

Tuk tik tak tik tuk

Kemarin pas ke Bandung, pak suami mendadak beride ngajak kinan naik kuda. Tadinya mikir, ah paling kinan ga berani. Kita naik delman aja. Eeeh, ga taunya berani juga dia, walau tandem sama ayahnya..

image

*Itu foto ayahnya ya, bukan mamang kuda :p *

Sepanjang naik kuda kinan ga henti hentinya bergumam, “wooow, kudanya banyak tetali, wooow..”
Meuni wow pisan, naaan.. :) )

Si cerita yang belum ada judulnya (Pt. 3)

Hampir 1.5 taun sejak si bab 2. Hahaha.. tapi penasaran euy, soalnya semua udah ada di otak. Tinggal ditulis. Silahkan intip Pt.1 dan Pt. 2 nya yaa

Bab 3

The First Date

Gubrak gabruk gubrak, terdengar suara berisik dari luar kamar. Hmm, pasti kucing tetangga sebelah masuk lagi deh nih lewat jendela. Tapi tak lama kemudian ibuku melongok masuk ke dalam sembari nyengir lebar.

“Lah, mamah? Kukira tadi suara kucing!”, seruku.

Ibuku menghambur masuk dan duduk di sampingku yang sedang asyik Whatssapp-an dengan temanku di benua kangguru. “Hehe, iya nih nde, kepentok lemari depan, barusan.”, jawabnya.

“Kebiasaan si mamah.. sakit, ga?”

“Enggak, udah biasa. Eh eh, nde.. ada tamu tuh..”

Aku mengernyit. Tamu? “Rasanya aku ga janjian sama anak-anak, deh mah.”

Mamah lalu terkikik, “Emang bukan cika dan lain lain kok. Cowo ini.”

“Hah?”

Melihat aku bingung mamah buru buru melanjutkan, “Biar dekil, tapi ganteng kok, nde”

Dekil? Jangan-jangan?

__________

Lima menit sejak dipanggil ibunya, Renatapun turun. Pakai kaos buntung hitam, celana khaki sebetis, dan mulut manyun. Hahaha, lucu. Pasti bete banget ni cewe sama gue.

“Ngapain lo ke sini?”, tanyanya yang kemudian direspon ibunya, “eh, Nde, kok gitu sama tamu?”

“hehe, gakpapa tante, udah biasa.”, Jawabku asal.

“Iya, judes banget anakku ini loh, padahal ibunya baik begini.”, lanjut ibunya.

“mamah!”, tukas Renata.

Mamahnya menarik napas panjang lalu berkata, “Ya sudah, ibu masuk dulu ya, Yum.”, lalu tersenyum padaku sebelum menghilang ke dalam.

“iya tante, makasih”, jawab gue.

“ngapain ke sini?”, tanyanya lagi sambil melipat tangannya ke depan. Duh, Jutek amat tu muke.

___________

Yuma mengambil sesuatu dari tasnya. Mau ngapain deh ni anak? Nyogok pake coklat? Boneka? Standar.

Dia lalu mengeluarkan… buku dari tasnya. Dan alat tulis.

“Lusa UAS Petro, Nde. Ajarin dong”, tukasnya sambil nyengir.

5 years and 5 (+10) kilos later

So it’s another May 7. 5 years already.

The good thing about blogging is you get to have this pensieve about things you might forget few years later. I remember i wrote here that may 7, 2 years ago was celebrated by seeing fetus kinan on usg, and looking for a house. A year ago, were those busy days when we moved to our very own house. And this year, marks a month of his moving back to prabu. Back to square one?

No, i’m not gonna waste your time by telling how LDM sucks. You will never see me whining about it at my any social medias, i can assure you.

If anything need to be said, i will tell how i’m really proud of our little family dealing with this. I start counting on how much blessings i get, instead of crying on what got lost. A very supportive husband, the most wonderful baby in the world (of her mom), a very solid support system a working mother could’ve asked for. What’s need to be complained, then.

You know that mind tends to complicate things. And when you really have to deal with it, it turns out not as unbearable as you think it would be.

Happy five years, ayah. Thanks for always asking for my opinion as main consideration in every littlest decision made for this family. Thank you for not having those husband egos, it’s never about you, it’s always about what’s best for the family. Thanks for always making it easy for us.

Let’s beat another year, mate!

Play pretend

Kemarin ibu lagi duduk duduk di sofa sembari baca. Kinan duduk di samping ibu. Dan disebelahnya lagi duduklah boneka nene (boneka dr ijulski yang kinan kasih nama sendiri).

Di tengahtengah asik baca tibatiba ada suara wasweswoswasweswos. Ibu perhatiin, eh ternyata Kinan lagi ngobrol sama si nene..

“Kenyapa ne? Apa?”
“Oooo ya ya..”
“Apa? Heh? Nene aus? Bental yah..”
Kinanpun turun dari sofa, ambil gelasnya, lalu balik ke tempat nene. Gelasnya lalu disorongkan ke arah si boneka.
“Nih minyum, ne. Gok gok gok gok aahh. Udah ga aus, ne?”

Ibu yang diamdiam dengerin jadi geli sendiri. Sekaligus terharu juga sih, udah gede ternyata, udah bisa main purapura begitu :’)

The Last Kiss

“Jadi?”, tanya Aryo pelan. Dalam. Dia sudah tau jawabannya. Dia sudah tau akhirannya.

Mia menjawab dengan senyum.

“You know how much I love you, kan?”, sambung Aryo lagi.

Mia meraih tangan Aryo. “And you know it’s never as much as i love you”

Aryo tertawa kecil. “Maaf Mi. Sampaikan maafku juga ke mamamu. Maaf belum bisa memberikan janji menikahimu.”, aryo berhenti dan menatap mata Mia dalam, “Belum sekarang”

“Ciumkan Zahira dan Anna untukku ya. Mereka pasti bangga punya kakak setangguh kamu. Oh iya, juga salam ke bapak dan ibu kalau lagi ke makam, ya”, seru Mia pelan dan terbata.

Aryo mengangguk. Lalu maju perlahan. Mencium kening wanitanya. Setengah berharap kecupannya dapat membawa pergi semua kenangan bersama.

Kecupan terakhir. Yang paling manis. Untuk dia yang setengah mati menahan tangis.