Hari yang biasa

Hari ini seperti hari biasanya.
Pada waktu yang biasa.
Tempat yang biasa.

Yang tidak biasanya, sore itu bis transjakarta lebih sepi dari soresore lainnya.

Seorang wanita muda. Matanya tertutup tanpa diminta. Tiap kepalanya terangguk, si mata dibuka dengan paksa.

“Tidur aja mbak.”, seru suara di sebelahnya. Berasal dari seorang pemuda.
Sang wanita malah terbangun. “Hah?”
Pemuda tersenyum. “Tidur aja. Masih jauh kan turunnya? Di ragunan kan?”
“kok tau?”
“Iya, kan sering liat”
Wanita tertegun. Lalu membalas senyum.

Hari itu hari yang biasa.
Pada tempat biasa.
Waktu yang biasa.

Yang tidak biasa, pemuda dan wanita tidak tahu.
Bahwa benang takdir mereka, akan segera menyatu.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s