Potret Negriku

Kemarin sore saya pulang kantor naik angkot. Dari dulu sebenernya senang naik angkot. Soalnya bisa ngajak ngobrol orang kalau bete. Atau sekedar nguping pembicaraan orang lain. Hehehe..

Kali ini saya nguping pembicaraan supir dan orang yang duduk di kursi depan.

“Tadi siang ada yang digebukkin. Maling hape di toko ini nih. Aduh. Abis dia. Diseret-seret sampai ke gang depan.”, tukas si Supir.

“Oh iya, Pak?”, sambut orang di sebelahnya.

“Ya ampun, masih anak kecil, Pak. Tau idup apa enggak tuh. Anehnya ada polisi. Di belakangnya. Tapi didiemin. Ngikutin aja.”

“Aneh. Harusnya yang korupsi yang digebukkin gitu. Ini cuma maling hape. Sepele.”

“Nah iya, Pak. Kasian anak kecil. Yang korupsi malah didiemin.”

Nyess.. Terus terang, saat denger itu beneran pengen nangis. Kok begini amat ya negeri gue. Yang pemimpin sibuk memperkaya diri. Yang rakyat sibuk nyalurin emosi.

So, still applicable right? We get leaders we deserve.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s