Tentang Berwirausaha

Awal tahun 2015 ini, aku sama Gumi udah merencanakan menjalankan 2 usaha, sebut saja Project A dan Project B. Ngebut ceu? Maklum, kan menuju cita-cita #PensiunDini2020. Pengennya ya, pemasukan pasif (yang sebenernya ga pasif-pasif amat yak) udah firm dan rutin lah.

Kedua proyek ini sama-sama keroyokan sih, kan modal juga ga banyak ya. Tapi masa depan proyek ini sama-sama bagus menurutku kalau kita seriusin.

Per pertengahan tahun ini, proyek A udah mau masuk proyek kedua. Alhamdulillah.. Proyek B? Masih di awang-awang.

Kenapa bisa gitu?

Kalau yang aku lihat, di proyek B, kami semua planner aja. Ga ada penggerak. Konsep udah matang. Strategi oke. Terus ya udah, berakhir di otak masing-masing. Hehehe..

Kalau proyek A, yang notabene sebenernya lebih risky, ada eksekutornya. Yang berani maju duluan. Yang akhirnya jadi motornya. Jadi jalan deh.

Kalian banyak cerita gitu gak sih? Ngumpul-ngumpul, terus sampe ke yang, “eh, kita buat ini yuk” lalu gayung bersambut, lalu bahas sampe detil. Abis gitu suka ada kelanjutannya? Enggak. :p

Jadi yang bisa aku petik sebagai pelajaran Business101 kali ini adalah: be the executor, cause we’ve got too many planners already.

tertanda,

sang planner sejati yang rencananya banyak namun realisasinya kapan-kapan

Dear My Little Miss Bladder Kicker

1. Yes you kick hard.

2. You are now 26 week, weighing 800gr, kicking like you never kick before.

3. We (as in ayah and ibu) had made up our mind on your name (FINALLY!). Signed and Sealed, wait to be delivered :D

4. Kinan is still refused to be called ‘Kakak’. “Kinan aja! Aku lebih suka nama Kinan..” whatever that means..

We are waiting for you, little cherry.. Grow big, grow healthy, grow happy.. :*

Thoughts on June

1. My husband is turning thirty exactly today. Some said, life will be in order when you’re thirty, but I might say we did okay in our twenties we are not that clueless. At least we already had the basic thing and know where we want to go in life.
So happy birthday, our soon to be father of two. Wish you tons of blessings, happiness, and health with me accompany you along the way..

2. Exactly four years ago today, we had our babymoon. Hehe..

3. Speaking of which, do you realise june means it’s midyear already? Biasanya tiap awal taun gue pasti bikin resolusi-resolusi taunan. Tahun ini aga skip. Karena kok ya resolusi gue sekarang mau ga mau jadi resolusi keluarga. Dan multiyear project gitu jadinya. Dan demi mencapai tujuan itu, ada tujuan-tujuan finansial lain yang mesti diamankan (Jadi tujuanception -_-). Gitu deehh, it’s so thrilling yet tiring to be adult ya.

4. Harga minyak mudah-mudahan segera naik ya..

5. Kapan gue dirilis buat pindah ke pusat inii? Perasaan kroco tanpa kerjaan berarti kenapa ditahan-tahan sih.. :(

6. I need to gain my energy to read books back. Sejak hamil jadi ga pernah baca lagi.

7. Note to self: hamil umur 30 taun jauh lebih berat dari hamil umur 26. So prepare your 33-year-old body right, yanda! (Or make sure your husband still willing to give you back and foot massage whenever it’s necessary) *hamil ini belon kelar udah mikir hamil anak ke-3*

2015/06/img_1609.jpg

About SosMed

Kemarin coba mengaktifkan kembali facebook gue yang gue deacivate dari tahun lalu, for the sake of updating infos from fb group. Yang sebangsa grup-grup kehamilan ataupun parenting itu loh.

Dan ternyata reaksi gue masih seputaran, “do I need to see this? Do you really think I need to see this?”, waktu liat TL FB.

Ya udahlah, updatenya dari sumber lain aja.

*deactivate lagi*
*peluk-peluk blog*

“Hadiah Untukmu”

Pagi ini ibu sedang bersiap-siap ke kantor. Kinan terbangun dan berdiri seraya berkata, “ibu, aku punya hadiah untukmu.”

Dia mendekatiku dan mencium keningku. Lalu memelukku erat. “Selamat pagi ibuu!”

Dia kemudian turun sembari bernyanyi Bangun Tidur Ku Terus Mandi keras-keras. Kebiasaan bangun tidurnya tiap pagi.

Terimakasih Kinan. You’ll never know how that will make my day.

The Quest of Nasi Goreng Buntut

Tahun lalu, Gumi sempet ikut training dari kantor di Bali selama 2.5 bulan. Nginepnya di hotel Patra Jasa, Bali. Hotelnya udah cukup tua tapi luas dan tinggal ngesot dari Bandara (literally).

Gumi itu orangnya ya, paling susah bilang suatu makanan tuh enak. Yang kata gue enak, kata dia biasa. Yang kata gue enak banget, dia bilang enak-sih-tapi-ga-worth-it-jauh-banget-dari-rumah. Jadi suatu makanan itu untuk dibilang enak, parameternya banyak banget. Jadi begitu dia bilang ada makanan yang enak, gue penasaran dong ya.

Nah, di Patra Jasa ini, ada satu makanan yang dia sebut-sebut terus: Nasi Goreng Buntut.

Waktu Kinan ulangtahun, Gue sama Kinan nyusul ke sana, dan akhirnya nyoba the renowned Nasi Goreng Buntut. Dan rasanya, ya ampun beneran deh enak.. T-T (by the time gue nulis ini, gue ngachai, ihiks). Nasinya yang panjang-panjang itu, nasi gorengnya bumbu sambel ijo, aga pedes. Sambelnya pas, telornya pas, acarnya pas. Belum lagi buntutnya dan potongan-potongan buntut di nasinya. Nyammm…

Maafkan penjelasan gue yang abal-abal ini ya.. Pokoknya intinya enak beud..

Pas Gumi selesai training, gue sedih, artinya ga bisa makan tu nasi goreng lagi. Gue minta Gumi bungkusin ke Jakarta. Hahaha, niyat. Makannya tengah malam, di lantai kamar RS pas nungguin Kinan opname waktu itu. Benar-benar snow on the sahara deh :))

Udah tuh, gue pikir itu adalah nasgortut Patra terakhir gue. Ndilalah, sejak itu gue dinas 2x ke Bali dan acaranya di Patra juga.. YES!! Jodoh kami belum berakhir rupanyah..

So, here it is, I present you the Masterpiece, the Nasgortut of My Life, The One and Only!

photo

baru inget foto buat kenang-kenangan pas 1/3 makan. Porsinya pun geday!

Kemarin untuk mengobati rasa rindu, cobain Nasgortut nya Bakerzin yang katanya best seller di sana kan. Jauhhh.. sejauh Bali dari Jakarta *ihiks, ngacai lagi*

So, the quest to find a delisioso Nasgortut in Jakarta continues..

Ada rekomendasi teman-teman? ;p