Geng Motor, Brrmm Brrmm

Sudah beberapa bulan ini di Bandung marak pemberitaan tentang geng motor. Brigez, XTC, dll (yang gak kesebut jangan marah ye..). Berkendaraan (terutama motor) lewat dari jam sepuluh malam jadi rawan banget. Buat yang lagi putus cinta, daripada minum Baygon, kayaknya lebih efektif jalan-jalan malam naik motor di Bandung. Sudah hampir bisa dipastikan koit karena dibacok. Minimal masuk UGD lah.

Kalau kasus IPDN saya masih bisa ngerti. Anak-anak baru itu masuk ke sebuah sistem (Ouch, should I call it a system??) yang udah berakar. Memang susah untuk berontak, wong semua senior dan semua guru udah sepakat kok. Kalau ketahuan pun udah pada janjian untuk pura-pura gak tau. Mau ngadu sama siapa?

Lah, kalau Geng Motor ini?

Mereka masuk ke salah satu Geng atas pilihan sendiri. Dipukul, ditelanjangi, dihina-hina juga atas kemauan sendiri. Ngebacok-bacokin orang juga kesadaran sendiri.

Saya gak habis pikir, kenapa sih ada orang yang jelas-jelas mau masuk perkumpulan yang gak jelas tujuan dan kegunaannya kayak gitu. Emangnya keren apa? Yang menganggap keren tuh siapa? Osama bin Laden?

Pertanyaan itu keluar dari mulut saya, dalam perjalanan pulang dari Lembang beberapa waktu yang lalu. Semobil, sembilan orang, mata setengah watt, pas ada serombongan motor-sok-asik (tau kan, motor yang suara knalpotnya bikin polusi suara itu) lewat. Seorang teman ngomong, ”Nah, itu pasti geng motor.” Terus saya bilang, ”Heran, kenapa sih ada yang mau masuk geng-geng kayak gitu? Apa bagusnya sih?”
Tiba-tiba teman saya yang lain nyerocos, “Ya, lo harus maklum Nda. Yang ikutan Geng Motor itu kan pasti orang yang punya saudara sembilan, gak dapet perhatian orang tuanya. Ya kan?”

Kami semua ketawa.

Tapi dalam hati saya mikir, omongan teman saya itu bener juga sih. Mungkin aja mereka ini orang-orang pencari perhatian. Yang gak mereka dapet di lingkungan mereka. Terserah itu lingkungan orang kaya atau miskin (soalnya saya pernah baca di pengakuan salah satu mantan anggota kalau dia tuh sebenernya anak orang kaya raya dan juga kurang perhatian)

One tips for you guys, kalau mau cari perhatian jangan yang bikin orang lain ikutan susah dan merusak properti umum dong. One simple example, cari racun tikus terdekat, terus lo makan, dijamin deh, Bapak dan Ibu lo bakal perhatian lagi sama lo (ide dari sinetron Safira)

Haduh-haduh Dek, di dunia ini masih banyak yang mesti dipikirin selain diri sendiri. Hidup tuh udah susah, gak usah lah dibikin tambah ribet dengan penyaluran yang salah. Kalau masih punya energi untuk ngegebuk-gebukin anak orang, mendingan sana, tolongin korban banjir Bojonegoro atau korban longsor di Karanganyar. Lebih berfaedah.

Cause the world just won’t stop turning around only for your grief, pals.

8 thoughts on “Geng Motor, Brrmm Brrmm

  1. diniekawai berkata:

    Speaking bout geng motor, anak temennya tante gw meninggal gara-gara ditabrak sama gerombolan itu. Di bandung nda, ampe kepalanya pecah dan ga bisa dikeluarin dari helm (OMG OMG ga mau ngebayangin). Serem ya.., makanya kalo menurut gw sih geng motor harusnya emang diberantas. Tapi itu organisasi kayanya dah mengakar deh. Dan gw curiganya mereka punya backingan. Karena polisi susah banget nangkep mereka, palingan yang kroco2nya, yang atas atas susah. Parah dah

  2. YaNda berkata:

    Iya Din, waktu itu pernah baca emang ada backingannya, dan orang kuat gitu. Malahan di geng yang kuat, mereka pada punya pistol gitu. Syerem gak si?

    Tapi, kalau buat kroco-kroconya sih, gue setuju ama temen gue, palingan kuper (kurang perhatian).. Hehe..

  3. oddy berkata:

    wadoh genk motor baiknya di sosialisasikan jadi tukang jait gt, khan dapet duid, jadi tukang ojek,, ahahahaha

    klo menurut gw tembak di tempat lebih masuk akal

  4. gampangnya sih, setelah mereka disudutkan oleh saudaranya yang sembilan itu, mereka melihat kalau geng Motor itu keren dengan Motor CBR-nya yang kencang.

    Jadinya, tidak selamanya anak menganggap kalau geng motor itu keren. Barangkali, motornya yang keren.😉

  5. diniekawai berkata:

    wakakakka…. jadi inget, gw jadi ass pencuri motor, si swe jadi premannya, si yanda yang jadi korban. Cupu banget ya kalo dipikir

  6. YaNda berkata:

    Ody: Apa hubungannya tukang jait dan tukang ojek? Kata Ody, biar seru aja

    Mihael: Lah, masalahnya motor-motor yang dipake juga bukannya motor2 butut gitu ya? kadang-kadang gak pake spion, remnya butut. Jangan dibayangkan motor harley davidson yang dipake sama renegade. Hehe..

    Swe&Dini: Haaa.. dan saya jadi korbannya. Norak banget. Kenapa kita gak berdandan ala Charlie’s Angels aja ya waktu itu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s