that magical lovely and so-very-beautiful little box called “air conditioner”

Mungkin sebagian pembaca sudah tau kalau Prabumulih itu panas. Hmm, panas sepertinya tidak tepat untuk menggambarkan betapa panasnya kota ini.

Kata tepatnya apa ya? Paa–wait for it–naaassss!!!

Kemarin-kemarin masih mending, soalnya masih musim hujan. Kalau malem ujan, mengucap syukur alhamdulillah dan sangat terharu sampe nungging-nungging saking leganya. Berarti malam ini bisa tidur nyenyak lantaran cuaca lumayan sejuk.

Sekarang (kayaknya) udah mulai masuk musim kemarau. beybe beybe oh beybe, gak perlu bayar mahal untuk tampil kurus dan seksi, cukup bermalam di rumah gue. Sauna hratis bos! Makin malem, makin berasa dipindang. Pernah malem-malem kebangun karena badan keringatan. Misuh-misuh sendiri sambil berpikir, “bukan panas yang lo rasain Nda. Ini dingin, tuh, dingin kan? Ih, dingin banget gila.” –berusaha self hypnostism, miris–

Kalo lagi nonton tipi di ruang tengah, kerasa banget panasnya. Soalnya atap rumah juga pendek, plus lampu-lampu nyala, jadi double combo heat deh. Mau buka jendela, malah buah simalakama, soalnya musim kemarau gini, nyamuk juga jadi menggila. –btw, buah simalakama tuh buah apa si? ada beneran po?–

Tapi kok gue tetep gak beli ac ya? Pelit amet gue si?

Nyehehehe… *senyum pelit*

Masih ngerasa sayang sih, ngeluarin duit dua-tiga jutaan buat dingindinginan doang. Apalagi sebagian besar waktu diabisin di kantor. Ngerasa panas, tinggal tidur. Gampang tidur bagi gue mah, the easiest things to do on earth.

Tapiiiiiiii, panasnya akhirakhir ini kalo disamain sama makanan, bener-bener maknyus lah. Haredang pisaaannn…

Maka, gue pun berusaha sedikit tidak kopet (pelit -red). Tetep gak rela gak kopet sepenuhnya, gue cari orang yang berniat jual AC mereka. Mau window, mau split, bole lah. Asal keluar dingin, dan gak terlalu mahal –teteup–

Bagai gayung bersambut — again, a weird quotation– gue mendapat tawaran AC window yang menggiurkan. Hurraaayy!!

And Naaa, that’s not even the best part of it. The best part is, it is given for fr–wait for it–eeeee!!!

Emang sih keadaan fisiknya gak meyakinkan. Udah lama dibiarkan di garasi dan hanya berteman laron dan batok kelapa tua (entah untuk apa). tak masyalah, pemiliknya meyakinkan gue kalo ACnya masih dalam kondisi prima.

Kemarin dipasang. Cukup heboh si, banyak yang ikutan ngerame-ramein acara pemasangan ACnya. AC terpasang, dan…

aahh..

AC itu emang salah satu penemuan teknologi terbesar di abad modern. Setara dengan TV. Dan payung. Dan softlens.

Semalem, aku tertidur sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya dalam 8 bulan ini, selimut bawaan dari jakarta berfungsi. Untuk pertama kalinya dalam 8 bulan ini, gue bersin malem-malem karena kedinginan.

Happy!

*makasih Om Heru :)*

2 thoughts on “that magical lovely and so-very-beautiful little box called “air conditioner”

  1. YaNda berkata:

    Oh my goat Swe, jadi segitu aja besar keinginan mu? Mana biar-jauh-dikit-yang-penting-PTT-cepet? Mannnaa hah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s