tung tung turutungtung..

Hulla (hup!)

been a (long) while ya sodara sodari..

Gak tau kenapa, akhir2 ini tulisan gue banyak berakhir di draft.. (smoga yg ini enggak..). nulis panjangan dikit, di tengah jalan pasti ilmut (ilang mood). tahpapa..

kalo baca-baca blog fs gue, keknya isinya lebih bermanfaat dan bermartabat *gak diarish kek yang ini*. makin gede kok makin kopong yak otak gue. hiks hiks.. mamaa..

oke oke lanjut. mari kita apdet kehidupan gue selama masa hibernasi.

hmm..

engg..

*ketuk ketuk meja*

………

T_T

Okay, I’ll leave you with a repost.

……………………………………………………………………………………..

DAN MENARILAH

Dia menari.. Meliuk-liukkan tubuhnya. Menggeleng-gelengkan kepalanya. Tenggelam bersama puluhan orang lainnya yang melantai. Tangannya yang satu memegang segelas minuman. Dan yang satu lagi memegang rokok yang sekali-sekali dia isap. Peluhnya bercucuran dan menetesi lantai. Dandanannya berantakan.

Beberapa orang lelaki memandanginya. Diam-diam mengaguminya. Beberapa malah menari bersamanya.

Dia tidak peduli. Dia hanya ingin menari. Dia hanya ingin menikmati malam ini.

Dia hanya ingin lari. Sembunyi.

Matanya terpejam. Hanya mengikuti dentuman suara lagu dengan telinganya. Tidak peduli dengan dunia sekitar.

Tapi seberapa keraspun dia berusaha menenggelamkan diri dengan suasana, atau dengan minuman di tangan kanannya, sekeras itu pula sosok Andi kembali ke mernyeruak ke permukaan hatinya. Seberapa banyak pun asap yang disalurkan ke paru-parunya, yang kembali keluar bukanlah si asap rokok. Namun kenangan tentang Andi.

Ya, Rininta seorang wanita mandiri, cantik, berwawasan, sukses, dan pintar. Namun, ternyata dia cukup goblok untuk jatuh cinta. Tambahan goblok lagi dia jatuh cinta pada pria yang sudah berisitri.

Rininta sudah menenggelamkan kewarasannya jauh ke tempat sampah ketika menerima ajakan Andi untuk berhubungan. Pun sudah memutuskan urat malu saat dipandangi pegawai sekantor dan digosipkan yang tidak-tidak. Dia bahagia. Dan Andi pun bahagia. Itu sudah cukup. Lebih dari cukup.

Peduli setan dengan omongan orang. Peduli setan dengan istrinya yang wanita rumahan bin kampungan itu. Toh Andi juga tidak mencintainya. Toh mereka hanya dijodohkan. Yang penting, Rininta bahagia. Dan tidak pernah sebahagia itu dalam hidupnya.

Dan, semua hal yang dia percaya itu runtuh, musnah, dihempas ke dasar bumi karena satu telpon di tengah malam.

“Rin, Misya hamil”, ujar Andi pelan.

Misya hamil
Misya hamil
Misya hamil

“Maafkan aku hon, maaf. Kamu ngerti kan.. Ini juga gak mu..”

Dan omongan Andi semakin lama terdengar semakin jauh. Dia tak mau mendengar lagi, dia tak mau mengingat lagi.

Dan dia tidak peduli. Dia hanya ingin menari

5 thoughts on “tung tung turutungtung..

  1. YaNda berkata:

    terimakasih maaayyy.. masalahnya kalo pake sudut pandang orang pertama kan, jadi gak bisa cerita kalo orang2 ngeliatin dia, kan ceritanya dia lagi sibuk sama pikiriannya sendiri.

    • YaNda berkata:

      gw juga mau tiiihhh… yang novel-wannabe itu ya? tapi udah kehilangan vibenya nih. gimana dong.. iya deh, ntar gue post, jadi kek cerbung gitu aja kali ya. hehehe.. sukur2 bisa ‘dapet’ lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s