Absurdity of Love..

Saya punya seorang teman perempuan yang pacarnya di Pulau Jawa sana, jadi mereka mesti menjalani LDR thingy. Nah, mungkin karena berjauhan begitu, teman saya yang perempuan ini jadi dekat dengan teman laki-laki yang di sini. Mungkin lebih dekat dan physically appear yaa, walopun ada yang namanya teknolohi..

“Dari temen jadi demen”, mungkin pribahasa yang cucok bagi mereka. Lantaran kemana-mana bareng dan hobi yang sama, jadilah benih-benih cinta (huek cuh.. bahasanya) tumbuh di antara mereka.

Padahal oh padahal Laki-laki demenan ituh sudah punya cewe juga di Pulau Jawa sanah.. Nah lo Nah lo..

Daaaan, belum selesai ceritanyah sodara-sodari, ternyata cowonya teman saya ini juga mendua dengan wanita lain, yang  juga sebenarnya udah punya pacar..

Waduh, cinta segi berapa ini? Mungkin udah jadi lingkaran, saking udah tidak bersudutnya..

Sebenernya bukan itu intinya sih.. Saya bukan dalam posisi men judge mereka, mereka sih cuma contoh soal (yang aga ekstrem. ihihi..). Soalnya mereka sekarang juga sebenernya pasti lagi pusing da.. hehehe..

Tapiii..

When you say you love someone? Shouldn’t it mean something?

Okay, if at some times those feelings fade away.. Berarti emang bukan dia jodohnya. But you’re only allowed to give your heart to one person at a time kan? Emangnya bisa ya hati dibagi-bagi?

When you say you love someone, you’re committed, dont you think?

Bukannya cinta itu harus diperjuangkan, seperti saat Sangkuriang bersusah payah memenuhi permintaan Dayang Sumbi demi mendapatkan cintanya?

Bukannya cinta itu harusnya tulus, seperti cinta Shah Jahan pada istrinya ketika dia membangun Taj Mahal?

Bukannya dia harusnya dalam dan tidak lekang waktu, sehingga saat sudah keriput nanti kamu masih bergandengan tangan dengan pasanganmu dan bisa menatapnya penuh kasih?

Kalau belum bisa berkomitmen seperti itu, please dont label your feeling as love.. It’s simply lust..

Tapi memang cinta, deritanya tiada akhir..

Have a nice weekend, peeps!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s