The Dream

Jadi ceritanya begini.. (Apa ini, ujug2)

Dalam investasi, saya ini orangnya cenderung konvensional, sukanya yang pasti-pasti, atau sesuatu yang memang sudah direkomendasi orang.. Dan permasalahannya, selain ngumpulin buat DP rumah, target investasi lain blm ada yang kecapai. Dan adaaa aja alasannya.. Ya banknya jauh lah, yang antamnya jauh lah, yang belum bs cuti lah.. Endesbray endesbray..

Meanwhile Mr. Dudul, emang dari dulu sukanya usaha. Makanya dulu ikutnya UKM Kokesma. Sering nyoba2 main saham atau valas virtual. Dan pas kuliah pernah bikin usaha fotokopian. Duluu waktu pas PDKT, saya pernah nanya ke dia apa cita-citanya. Dia bilang, “aku ga mau lama-lama kerja. Aku mau jadi petani.”, katanya mantap. To be honest (yes, the moment of GR dah) saat itulah saya melihat sesuatu dari dirinya. Selama ini saya selalu berpikir, laki2 itu hrs punya tujuan, sehingga dia tau mau dibawa kemana keluarganya nanti. And I see that in him that night.

Seingat saya, dalam kurun waktu 2 tahun di Prabumulih dia sudah 3 kali melakukan usaha yang berbeda:

1. Ternak ayam
Dari mulai msh telur sampai ke berat tertentu sehingga bisa dijual ke pasar. Mr. Dudul ini orangnya jijian dan lemesan. Kalau denger cerita darah dikit langsung badannya pegel2 dan mau muntah. Jadi waktu saya tau dia ujan-ujan ambil ayam, dan di ee in anak ayam sebadan-badan dan dia tidak mengeluh, how can I not be proud of him?

2. Restoran Ayam Bakar Madu
Letaknya strategis (di depan RSUD Prabu). Kokinya lulusan sekolah masak diimpor langsung dari jawa. 4 hari buka, ada yang ngasih testimonial di FB Kota Prabumulih (iya, prabu ada FBnya. Eksis yee), kalau ayam bakar di tempat ini enaaak.. Bangga ya! Tapi susah cari orang jujur di tanah itu. Berapa kali ganti pelayan teteeep aja, keuntungan banyak yang ilang. Masak pelayanpun mesti impor dari jawa..😦 jadi dengan berat hati, si resto inipun kami tutup (sementara).

3. Kebun karet
Mr. Dudul dan csnya punya kebun karet 1 hektaran. Belinya patungan pas jaman kita mau nikah dulu. Sempat jadi barang berantem.. :p soalnya waktu itu saya jadi mempertanyakan prioritas dia. Duit buat nikah blm kekumpul, lah ini yang udah kekumpul malah mau dipake beli kebon. Drama ramamaa.. :p

Daaaan, bulan ini (setaun kemudian dr pertama kali beli) karet mulai disadap, dan mas dah dapet keuntungan pertamanya dari si kebun. Masih kecil siiih, cuma bs dipake makan2 cantik sekali. But I know he’s very proud of it. Dan yang paling mengharukan dia bilang, “pendapatan pertama ini buat ayoy..”

Jadi nyesel pernah marah-marah..

Jadi mulai sekarang, saya bikin janji, dia mau usaha apa modal berapa mau untung mau rugi, I will be there to support him. Because I don’t want his dream fades away. Mimpi yang kemarin dia ucapkan lagi via telpon, “aku ga mau kerja senin-jumat. Jadi pekerja. Bosen. Bukan aku banget. Aku mau cepet2 ada usaha. Terus pensiun muda. Ya yoy?”

Of course yes dear. And it’s my dream to see it fulfilled.🙂

3 thoughts on “The Dream

  1. dimpul berkata:

    90% pintu rezeki katanya sih dari usaha sendiri nda alias enterpreneur (keknya salah tulisannya),kekekke calon bos itu, wajib disupport

  2. ijulmanis berkata:

    Gw jugaaa dukung yang penting (katanya) tekun, slalu ada harga yg dibayar dulu sebelum sukses (katanya lagi)..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s