Meet The ObGyn

Jadiii.. Selama ini saya kontrol di BWCH (Brawijaya Women and Child Hospital).

Kenapa pilih rumah sakit itu? Karena tinggal ngesot pake bajaj sepuluh ribu dari rumah. Untung sih deket rumah ada rumah sakit bagus. Saya ga kebayang sama orang-orang yang tinggalnya di ujung sana tapi nyari rumah sakit di ujung sono. Jakarta macetnya boooww.. Keburu brojol di jalan piye?

Setelah dapat rumah sakit, browsing nama-nama dokter di sana. Syarat:

1. Praktek di rumah sakit tiap hari biar kalau ada apa-apa sewaktu-waktu bisa ke sana langsung ke Dokternya.

2. Pro Normal dan Pro IMD. Beneran deh bo, dokter sekarang itu komersil-komersil bangett.. Dikit-dikit caesar bentar-bentar Obat. Di satu forum pernah disebutin kalau ada ibu-ibu udah ga kuat nahan mules minta caesar aja sama si Dokter saya, dan sama dokter saya ditinggalin dong..😀

3. Sehati dan mesti Klik. Soalnya kan ya, kita kan ibaratnya menyerahkan nyawa kita dan anak kita ke si dokter ya (ke Tuhan sih, tapi kan lewat tangan si Dokter yak). Jadi si dokter sedikit banyak mesti sepemikiran, terus nenangin alias ga nakut-nakutin.

Pertanyaan-pertanyaan yang pernah saya ajukan, “Dok, saya minus lima nih, mesti caesar ya?”

Jawaban: “nanti ke dokter mata ya. kita lihat rekomendasi dari sana, apa matanya sudah tipis atau gimana. Tapi jangan kuatir bu, saya pernah nanganin yang minus 8 bisa normal kok..”

Lulus.

“Dok, boleh naik pesawat ga?”

“Ga ada masalah kalau naik pesawat. Orang hamil kan bukan orang sakit.”

Check!

“Makanan gimana dok?”

“Yang ga boleh sayur mentah. lalap-lalapan. sama seafood laut jakarta ya. Udah tercemar itu. Yang lain gakpapa..”

“MSG dok?”

“ga masalah kok. Tapi namanya juga bahan kimia ga alami ya, sebaiknya ya jangan banyak-banyak.”

Check Check.

“Duren dok? Kambing?” pertanyaan ini dari mama saya -_-

“Gak papa kok bu. Gak masalah.”

“Bukannya bikin panas?”

“Enggak bu, itu mitos”

Hihihi…

Dan dia sabar nanggepin tiap pertanyaan biarpun udah jam sembilan malem dan pasiennya masih berjibun. Tiap selesai nanya, dia nanya lagi, “Ayo, mau nanya apa lagi?”

4. Mau kasih no HP.

Biar kalau ada apa-apa ndadak kan bisa ditelpon. Ada juga dokter yang gau mau ngasih no HPnya loh. Kalau si Dokter saya, dia dengan senang hati ngasih, “Kalau ada apa-apa sms or telpon aja ya. Anytime”

Pak Suami pun jatuh cintrong sama dokter saya ini. Tapi kan si BWCH ini tak rekanan sama kantor, jadi mesti sistem reimbursan semua.. Apalagi dia termasuk RS mahal. Worst Casenya saya nanti caesar, saya pernah nanya-nanya sama teman yang caesar di sana abisnya 30jut jut.. *pingsan*

Tapi kadung suka. Karena toh diganti kantor jadi hajar bae lah. Duitnya Insya Allah sudah disiapkan.

Mudah-mudahan kerjasama sama dokternya lancar terus yaa..

Oh iya, nama Dokternya dr. UF Bagazi..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s