Asuransi Jiwa

Dulu pernah membahas, apakah keluarga kami perlu atau tidak Asuransi Jiwa ini. Pernah membaca twitnya salah satu perencana keuangan, misalnya kalau salah satu orang tua meninggal, orang tua yang masih hidup bisa menanggung pengeluaran keluarga, jadinya tidak masalah bila tidak punya ASJI. Dengan pertimbangan itu, misalnya aku atau mas (amit-amit) meninggal sebelum Kinan dan adek2nya selesai kuliah, aku rasa salah satu dari kita masih bisa menanggung pengeluaran tersebut.

Selain itu, premi asji kan angus yah kalau ga dipake. Sayang duitnya dongski.

Terus mikir, kalau meninggalnya (amit-amit) langsung berdua, gimana? Mikir kedua, selain anak-anak kita, sebagian pengeluaran orangtua dan adik-adik saat ini masih jadi tanggungan kami. Mereka nanti gimana?

Jadilah kami (baca: saya) mulai serius cari-cari agen asuransi. Yah, beginilah nasip jadi CFO keluarga, suami mah tinggal teken doang. Hehehehe…

Saat ini lagi intens ngobrol sama 2 perusahaan Asuransi, hidupmatahari dan manuhidup. Belum tahu pilih yang mana. satu sudah kirim proposal dan premi perbulannya total untuk kami berdua kira-kira sama dengan satu kali makan-makan cantik kok. Jangan pelit-pelit lah sama tubuh, rumah sama mobil asuransi, masa diri sendiri kagak (ngomong ke diri sendiri. heheh)

Nanti kalau sudah tahu pilih yang mana, berapa UP dan premi perbulan yang fix, dijembreng lagi deh di blog (tanggung abis postingannya. :p)

Till then, friends.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s