part one: marriage?

“What do you think about marriage idea?”, seru Chandra tiba-tiba. Sangat tiba-tiba dan santai, seolah-olah sedang bertanya, “lo sukaan doraemon atau sinchan?”

Aku mengangkat sebelah alisku, “Whose? Pitt-Jolie? Meriam Belina-Hotman Paris?”, jawabku asal sembari memasukkan sebatang french fries ke mulutku.

Chandra hanya menatapku tajam, “us!” tukasnya singkat. Dengan nada dalam. Oke, berarti dia tidak sedang dalam mood bercanda. No joking, Jani.

Aku terdiam lama. Berusaha mencari jawaban yang dia minta. Aku tidak tahu.

Hubungan kita baik. We’re two grown ups having a relationship. Kami kenal baik keluarga masing-masing. And we both having fun. Tapi pernikahan? Kami? ” We’re good this way, Chan. No need to complicate this. Why do you even have this kinda thought?”

“It has never crossed your mind?”, jawabnya.

Aku terdiam lagi. Lalu menggeleng. Ide akan pernikahan terlalu menakutkan. Mengerikan. Why do people even believe such thing. Absurd.

“Tidak semua pernikahan bakal berakhir menakutkan, Anjani.”

“Chan, don’t even start.”

“Jani, hubungan orangtuamu mungkin berantakan. Tapi kita akan berhasil. Kamu mesti percaya sama aku! Kamu mesti ngasih aku kesempatan!”

Aku menggeleng keras.

“Kamu mesti kasih dirimu kesempatan, Jan.”

Mataku basah. Memalukan. Menangis di depan lelaki sungguh memalukan. Aku sudah berjanji tidak akan pernah menangis di depan laki-laki manapun seperti ibu menangis di depan ayah. Itu membuatnya terlihat lemah. Aku tidak mau terlihat lemah. Lalu kenapa aku menangis?

Tapi.. Aku takut.

“Chan, aku ga mau benci kamu. Kamu ga tau kan, pernikahan bisa membuat orang yang tadinya saling mencintai jadi bisa saling membenci?”

“But, how could I hate you, Jani?”

“We’ll never know Chan. We’ll never know. So, just stick to things we know. This. Way.”

*****

Chandra membuka mulutnya, siap membantah. Namun, bagaimana bisa dia melawan gadis cantiknya yang merenggut, dengan mata terluka. Terlihat sekali, lukanya begitu dalam. Chandra menghela nafas panjang. Okay, we’ll find another way..

“Whatever makes you happy, Jani”, ucapnya kemudian.

One thought on “part one: marriage?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s