Ngapain susah susah kerja.

Namanya Ismainah. Umurnya dia tak tahu persis, tapi rasanya sih belum genap lima puluh. Tapi kerutan di wajahnya dan perawakan bungkuknya seolah menunjukkan umurnya sudah begitu sepuh. Tidak apa, justru baik untuk pekerjaannya.

Berbekal kebaya kumuh dan batik penuh peluh dia memasang muka sendu. Cukup duduk, lalu tengadahkan tangannya.

Cringg.. Cringg.. Koin berjatuhan masuk dari saku orang yang melintas di jembatan penyebrangan itu.

Lumayan, buat beli pulsa. Ngapain susah susah kerja.

One thought on “Ngapain susah susah kerja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s