The Last Kiss

“Jadi?”, tanya Aryo pelan. Dalam. Dia sudah tau jawabannya. Dia sudah tau akhirannya.

Mia menjawab dengan senyum.

“You know how much I love you, kan?”, sambung Aryo lagi.

Mia meraih tangan Aryo. “And you know it’s never as much as i love you”

Aryo tertawa kecil. “Maaf Mi. Sampaikan maafku juga ke mamamu. Maaf belum bisa memberikan janji menikahimu.”, aryo berhenti dan menatap mata Mia dalam, “Belum sekarang”

“Ciumkan Zahira dan Anna untukku ya. Mereka pasti bangga punya kakak setangguh kamu. Oh iya, juga salam ke bapak dan ibu kalau lagi ke makam, ya”, seru Mia pelan dan terbata.

Aryo mengangguk. Lalu maju perlahan. Mencium kening wanitanya. Setengah berharap kecupannya dapat membawa pergi semua kenangan bersama.

Kecupan terakhir. Yang paling manis. Untuk dia yang setengah mati menahan tangis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s