Kinanti, Sekolah, dan Seorang Ibu Lebay.

Jadi kan ya, (kebiasaan, buka postingan pake kata ‘jadi’) Kinanti awal tahun kemarin sudah disekolahkan. Sekolah main-main, sekali seminggu, satu jam aja per sesinya. Ide awalnya sih supaya Kinan ga bosen aja di rumah. Ketemu temen. Hore-horean aja deh intinya.

Tapi walau main-main doang, proses pencarian sekolahnya juga ga asal tunjuk. Setelah pilah pilih, disesuaikan sama nilai-nilai yang kita cari di sekolahnya, terpilihlah sekolah yang sekarang.  Nilainya kira-kira, ga usahlah pakai Bahasa Inggris segala, Bahasa Indo aja. deket rumah, kalau bisa ga usah nemu lampu merah. Sederhana aja, ga usah banyak mainan, nanti malah pokusnya main, bukan sosialisasi. Terus kalau untuk seumur Kinan, ngajarin kemandirian. Jadi anak-anak yang sekolah di situ, otomatis lepas sepatu (sendiri! lucu deh seumuran kinan kesusahan buka sepatu dan naruh di raknya). Dan untuk jangka panjangnya kita seneng cara sekolah ini mengajarkan agama. Plus dia juga menyisipkan metode montessori ke pengajarannya. Contohnya, pada tingkatan PG ada sesi makan, dengan piring beling asli, bukan plastik, demi ngajarin tanggung jawab.

Hal lain yang kita suka dari sekolah ini  adalah tes untuk masuk sekolahnya. Bukan, bukan calistung dll, tapi psychological assessment yang dilakukan untuk masuk ke kelas PGnya.  Jadi nanti anak akan ditempatkan di suatu ruangan sama psikolognya, terus dinilai kognitif, emosi, dan lainlainnya. Dari hasilnya, misal seorang anak sudah masuk umur PG tapi psychologically speaking dia belum siap, maka dia akan masuk ke kelas di bawahnya. Jadi tiap anak dinilai berdasarkan pribadi, bukan berdasarkan umur anaknya. Kita sadar kalau Kinan adalah anak umur tanggung, makanya cari sekolah yang bisa memfasilitasi kurang bulannya itu. Dengan adanya program assesment jadi harusnya aman kan?

Or so we thought..

Beberapa minggu lalu, pas mau ambil formulir naik ke kelas 2-3 tahun, gurunya Kinan bilang kinan belum bisa naik, karena kurang satu bulan. Loh kok? Katanya dinilai satu persatu, bukan karena umur? Minggu depannya, pas mamah lagi ga ngantor, sekalian deh ke sekolah kinan buat nanya-nanya soal itu. Eh taunya disuru ngobrol sama kepsek. Awalnya tetep ga bisa, karena peraturan tetap peraturan. Tahun lalu, anak yang sama-sama kelahiran Septemberpun ga bisa naik, dan sekarang sekelas sama Kinan. Setelah ngobrol-ngobrol, Kepsek akhirnya bilang akan mengusahakan.

Kalau ditilik-tilik, si A, anak yang kelahiran september juga (berarti pas beda setaun sama Kinan), itu emang rada beda. Di kelas juga kerjaannya nangis aja, ga mau ditinggal. Yaaa, ga bisa disamain dong sama Kinan. Kinan kan selalu aktif di kelas, kalau ditanya siapa yang mau nyanyi, dia bakal maju ke depan kelas dan nyanyi sambil goyang goyang. Gurunya pun pernah bercanda bilang, “kalau Kakak lagi ga ada, Kinan yang mimpin nyanyi ya!”, saking semangatnya dese kalau nyanyi. Dia selalu semangat kalau main pasir, apalagi kalau ngoprek-ngoprek cat suru menggambar bebas.

Jadi kan ga bisa disamain doonggsss..

Kekhawatiran utama gue adalah, kalau dia ga bisa naik, itu artinya nanti SD pun dia akan mundur setaun, untuk keterlambatan lahir sebulan, yang mana sebenernya dia bisa ngejarnya.

Lebai ya? :p

Long story short, setelah nelpon wali kelasnya kinan dengan suara terbata-bata saking pengen nangisnya (tapi ditahan dooongg) dan setelah janjian sama Kepseknya, akhirnya ditemukan titik temu, kalau Kinan bisa di-asses dulu, baru bisa ditentukan naik atau tidaknya.

Terasa beban setengah ton diambil dari bahu, deh, Alhamdulillah.

Tapi masih ada setengah ton lagi bebannya nih, deg2n dengan assesment dan hasilnya nanti. But that’s to worry later, apapun hasil assesment tentu itu yang terbaik buat Kinan karena berdasarkan kemampuannya sekarang dan dilihat dari sisi profesional. Kalau dia ga bisa naik karena hasil itu, ya itu yang valid lah, i can take that. Asal bukan umur patokannya.

Sekian curhat bubay (ibu lebai)

2 thoughts on “Kinanti, Sekolah, dan Seorang Ibu Lebay.

    • halow lomi. Iya kemarin emang tadinya merencanakan di cikal juga, karena kepentok umur di sekolahnya sekarang itu. Sayangnya agak jauh untuk ukuran cuma sekolah main main. dan ya ituu, pergaulannya kalau di sana mah jalan jalan ke pantai pribadiii.. hihi..
      Kinan sekolah di dkat rumah aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s