I Love You Like There’s No Tomorrow

Tes Tes..

Nadi di pergelangan tanganku terbuka lebar. Darahku menetes cepat ke lantai.

Aku terjatuh.

Kata orang, kalau sudah mau mati, kilasan hidup seseorang akan berkelebat di kepalanya dengan cepat. Kalau begitu aku memang akan mati; karena saat ini aku melihat diriku berumur 6 tahun sedang dipeluk ibuku kencang, sembari memandang nanar punggung ayahku yang pergi menjauh membawa dua koper berisi barang-barangnya. Lalu, ada Andri. Belahan jiwaku. Dan siang yang penuh warna bersamanya. Dan malam bergairah di rengkuhannya. Dan muka masam saat dia tahu kau sedang berkembang di rahimku.

Hanya ada dua pilihan: membunuhmu. Atau kita pergi bersama-sama. Tapi aku tak mungkin membiarkanmu pergi sendiri, kan. Karena ssttt, meski masih rahasia, aku ingin kau tahu kalau aku mencintaimu. Jadi, begini saja ya?

Bruk.

Gelap.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s