Indira (part 2)

Aku menatap lautan yang tidak berkesudahan. Warnanya begitu biru dan bening. Kau bisa lihat ikan-ikan kecil bebas bermain di liukan karang. Sinar matahari yang bertabrakan dengan permukaan laut membuat kilauan kilauan kecil yang membuat mata memincing.

Sebuah keputusan impulsif yang tidak kusesali. Aku, Indira, wanita yang penuh kalkulasi dan kehati-hatian, mendapati dirinya berada di sebuah pulau kecil di utara Pulau Jawa. Hanya untuk melarikan diri dari titah ibuku agar aku pulang sebentar akhir minggu ini ke Solo untuk ikut acara pengajian menjelang pernikahan sepupuku. Aku langsung mengelak dengan mengatakan sudah ada janji dengan temanku ke Karimun Jawa. Janji yang sudah lama direncanakan.

Ada dua kebohongan yang kulakukan. Satu, aku bahkan tidak tahu persis dimana letak Karimun Jawa. Dua, letaknya dimana saja aku tak tahu, apalagi ngajak teman. Teman yang mana? Hehehe..

Setelah menutup telpon, aku langsung browsing segala sesuatunya tentang tempat ini. Yah, agar aku ga bohong-bohong banget sih sama ibu.

Bukannya aku tidak sayang sama Ibuku, pun Dek Sastri yang akan menikah. Aku sudah menjadwalkan cuti 2 hari pada minggu depan untuk ikut rangkaian pernikahannya. Nah, aku baru saja hendak menyiapkan diri untuk menyikapi pertanyaan “kapan nyusul”, dari Bude dan Buleku yang selalu ingin tahu itu. 4 hari saja cukup. Tidak perlu ditambah dengan weekend ini, ya.

Jadi, ya, aku sedang melarikan diri. Dari ibuku. Oh, dari Indra juga (yang sangat geram karena keputusan mendadakku ini). Sejujurnya dari semua.

Lamunanku berhenti karena merasa diperhatikan. Aku melirik ke arah sepasang mata itu. Milik seorang lelaki. Berkulit coklat dan bermata hitam sangat tajam. Mataku bersirobok dengan miliknya. Sedetik. Dua detik. Lalu dia tersenyum.

Ih, apaan. Pede banget dia. Aku segera mengalihkan pandanganku dari matanya. Dadaku sedikit berdebar. Apaan sih?

“Yak, kita sudah sampai ke tempat snorkeling terakhir. Silahkan bersenang-senang. Habis ini kita kejar sunset di Tanjung Gelam.”, ujar Nok. Pemilik perahu sekaligus tour guide yang kami sewa hari ini. Kami ini maksudnya 2 rombongan berbeda dari Yogya dan Jakarta. Serta aku yang sebatangkara, nyempil di tengah-tengah. Berada di satu perahu karena satu tujuan, patungan sewa supaya biaya lebih murah.

Entah pemuda yang tadi itu dari rombongan yang mana. Eh, kok malah mikirin diaa. Aku cepat-cepat memasang peralatan snorkelingku dan menjatuhkan diri ke laut.

One thought on “Indira (part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s