How to Raise a Genius Kid

Pernah baca judul buku kayak gitu waktu selewatan di toko buku. Terus si ayah bergumam, “nah bu, harusnya dari Kinan di kandungan baca buku itu tuh”
“Hah, jadi ayah pikir kinan kurang pinter? Hah?”, jawab ibu. *zoom in zoom out* yaaah namina oge ibu yaa, cinta mati cinta buta deh. Huahahaha..

Terus abis gitu kepikiran deh buat postingan ini. Yang mana udah lama banget pengen mostingnya. Kira-kira 1200 SM *engggg*

Waktu itu kepikiran nulisnya pas Kinan masih nyusu. Terus ada ibu-ibu yang lapor sama satu dokter di twitter kalo temenny si ibu anaknya minum sufor. Terus ibu itu bilang, “biar deh, nanti juga gedenya bagusan IQ anak saya daripada anak situ” *keselek. Gue sih kasian anaknya kalau ibunya egonya tinggi gitu. Gue judgemental? I am. I judge you you and you all! Bweeeek.

Jadi begini ya ibu-ibu, you can’t rely on your child’s development solely on ASI. Karena menurut hemat saya (i don’t know what this term actually means. Hehehe), ada 3 faktor yang harus diperhatikan kalau mau memumbuh kembangkan si kecil dengan maksimal, yaitu:

1. Genetik
Naaah ini gue taruh di pertama, bukan berarti paling penting sih, tapi paling awal. Jadi kalau mau anaknya ber iq tinggi, carilah pasangan ber iq tinggi. Lebih spesifik lagi buat laki-laki karena ceunah 70% kepinteran anak nurun dari ibunya. Jadi cari calon istri yang pinter ya bapak-bapak. Sri Mulyani, gitu misalnya. Ga dapet Sri Mulyani? Ya udah, nasib. Hehehe.. Enggak deeengg.. minimal sih jangan males menggunakan otak lah. Terutama pas hamil sih, aktifin tuh otaknya. Katanya anak yahudi pararinter karena ibunya rajin ngerjain soal matematika pas hamil. Intinya mungkin kalau otak ibu aktif, bakal mengaktifkan pertumbuhan otak anak mereun ya. Jadi kalau anda wanita yang ga pinter pinter amad (kayak akyu) minimal rajin lah ya. There is hope! Yaaah, aku tak pinter lagi tak rajin, batin pembaca. Jangan sedih, yuk melangkah ke faktor kedua.

2. Nutrisi
Naaah, di sinilah posisi ASI berada. Kenapa ASI sepenting itu? Jadi kan dari umur anak 0-2 tahun itu namanya golden period ya, yang CMIIW 80% pertumbuhan otak manusia berkembang di masa ini. Nutrisinya harus yang terbaik dong di masa ini. Menentukan sisa hidupnya loh *dramatis* Dan apa nutrisi yang terbaiknya? Su pasti si ASI ini. Lepas dari ASI pun makanan yang dikasih harus yang menunjang pertumbuhan otak maupun fisik. Banyakin protein lah kalau anak mau pinter. Kalau mau berenerkhi karbohidrat. Jangan lupa mikronutriennya. Kalau Kinan gimana? Kinan mamamnya cucaaahh.. tapi kalau ikan dari yang sejenis dory sampe lele sih alhamdulillah suka. Mudah-mudahan mencukupi, aamiin!

Oh iya, nutrisi ini juga harus diperhatikan dari hamil loh karena apa yang masuk ke kita kan masuk ke anak juga. Pertumbuhan otak dimulai dari kandungan kan soalnya. Maka ibu-ibu hamil manjaku yang budiman, think before you eat. Sesekali indomi gakpapa, tapi jangan lupa sayur buah ikan kelapa muda kacang ijo nya ya! *bawel! Bahaha..

3. Stimulasi
Nah ini nih, yang suka dilupakan ibu-ibu. Dipikir udah ng-asi, ya udah tumbuh yang baik yah nak. Tugasku sudah selesai. Itu neuron-neuron otak kan belum nyambung ya kalau anak kecil, stimulasi yang berulang membuat mereka nyambung dan informasi bisa cusss terproses dengan lebih cepat. Selain stimulasi kognitif, ada juga stimulasi motorik halus dan kasar.

di jaman teknolokhi kayak sekarang, mendapatkan jenis stimulasi per usia anak mudah sekali. Pun mengecek perkembangan anak. Apa perkembangan anak sesuai umur? Atau di depan? Atau terbelakang? It’s all one click away deh.

xxxxxxx

Jadi tadi di twitter liat ada ibu nanya, kok anak saya asi tp perkembangan kalah sama yang sufor. Ayo dicek lagi, nutrisinya sudah cukup? Gimana dengan stimulasinya?

Duuh, ribed bgd jadi ibu ya? Memang. Karena itu Allah menempatkan surga bahkan di bagian terendah dari tubuh kita. Jadi mesti smangat.

Slain itu, please please, stop comparing your child to other terutama yang asi dan yang sufor. ASI ngerendahin yang sufor dan sufor ngenye yang ASI. Your own child, your way of raising, ga usah ganggu2 yang lain deh. Kalau udah pede sama pilihannya, have some self esteem and mind your own business!

Happy parenting!

5 thoughts on “How to Raise a Genius Kid

  1. sicantik berkata:

    daaan… orangtua banyak ngusahaain anaknya jadi anak pinter tapi lupa ngusahaiin supaya anak nya jadi anak bijak :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s