About Family Values

Salah satu alasan gue tetep mantengin facebook adalah lucu liat orang perang status nyindir dan nyinyir (jiwa geje terpuaskan) dan juga satu group ibuibu yang namanya itbmotherhood.

Aslii ibuibu di itbmh itu keren kereeen.. dari membahas cara pembuatan keramik (kok ada keramik ga halal?) sampe segala macam perkembangan anak pake jurnal terbaru mereka kok tau yaa..

Thread terakhir yang gue ikutin adalah tentang visi dan misi keluarga. Mungkin kita pernah bahas sama pasangan tapi kalau gue si ga pernah membahas yang detil. Para ibu-ibu di sana malah menyediakan waktu khusus untuk membahas masalah ini. Apa yang mau dicapai keluarga dalam jangka waktu setahun, tiga tahun, lima tahun? Bisnis apa yang mau dikerjakan? Nilai-nilai apa yang kita mau anak kita anut dan pegang?

Setelah dijabarkan semua, mereka lalu membuat strategi dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya dalam bentuk point. Misalnya kita mau nilai pertama yang anak anut tentang taat kepada Allah, maka strategi apa yang dilakukan. Pendekatan tiap anakpun berbeda disesuaikan sama karakter dan umur si anak. Semakin anak besar, dia juga akan dilibatkan dalam blue print rencana keluarga tersebut.

Selain itu, visi dan misi tersebut dievaluasi per semester. Dilihat kemajuannya, dilihat pendekatan apa yang salah, dan lain-lain.

Asli itu gue me.rin.dinggg…

Kok pada hebat-hebat amat siiih…

Gue sama Gumi memang suka bahas apa rencana setaun, dua tahun ke depan lalu kita siapkan pos sesuai rencana kita tapi itu semacam merencanakan detil. Sementara rencana besar atau  big picture keluarga ini mau gimana sih, ya ga ada. Keinginan kita masih berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Kalau untuk Kinan, karena anaknya linguistik, pendekatan gue dalam ngajarin dia ya dengan omongan. Perlu diingat, anak memang lahir bagai kertas polos, tapi gue percaya bukan kertas putih. Mereka sudah membawa warna-warna tertentu.

Kalau Kinan, ia akan bertanya kenapa harus begini dan begitu, tapi kalau jawaban gue masuk di akal dia, dia akan ikutin. Dan bagusnya kalau dia udah ikutin, dia akan konsisten.

Tentang taat agama, gue pengennya dia taat bukan karena dia takut, tapi karena dia cinta. Misalnya pas gue mau sholat, dia bilang jangan bu! Instead of gue bilang, “ga boleh gitu Kinan, nanti Allah marah kalau ibu ga sholat!” Gue bilang, “kenapa kok jangan? Ibu kan mau berterimakasih sama Allah, ibu sehat, ayah sehat, Kinan sehat itu kan dari Allah, jadi ibu mau berdoa ngucapin terimakasih lewat sholat ya.”

Mungkin terdengar simpel, tapi rasanya ada perbedaan signifikan yang akan diterima otak (dan mudah-mudahan hati) nya.

Selain itu yang mau gue tanamkan juga sifat berbesar hati, sportif, dan tanggung jawab. If you do it, you gotta be responsible for it. Sekarang banyak banget orang yang kalau ada hal yang ga berjalan sesuai rencana, salahin orang lain. Kalau ga ada orang lain yang bisa disalahin, salahin keadaan. Pokoknya semua salah selain dia. Padahal yang salah ya dia. Banyaaak banget orang kayak gini. Ini pasti orang-orang yang waktu kecil kejedot lemari, lemarinya yang dipukul sama mamaknya.. -_-
Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah kalau anak melakukan kesalahan jangan diceng-cengin. Jangan dibikin malu. Kasih tau dia salah. Kasih tau harusnya gimana. Terus peluk. That’s that. Kalau diceng-cengin besoknya dia ga akan ngaku dia salah. Besoknya dia nyalahin orang.

Yang perlu diingat, pembentukan karakter itu semua berasal dari rumah. Sekolah? Ya harus dipilih yang sesuai sama nilai yang memang sudah ditentukan orangtua. Jadi tugas orangtua bukan cuma lahirin, kasih makan, masukkin sekolah. IMO, character is what makes a person, a person.

Berat, memang. Lalu apakah gue akan membuat nilai-nilai keluarga dalam sebuah blue print? Maybe not. Seenggaknya sampai sekarang belum.

But I salute those who do. Keren abisss…

Ada yang mau sharing family valuesnya di sini kakk? Mau belajar doongg..

4 thoughts on “About Family Values

  1. akuuuhhhh kok malu baca ini ya neng…blue print keluarga? rencana setaun mendatang? tanyakan pada rumput yang bergoyangg..hahaha *miris* cobaa dishare atuh plan-nya *ketauan banget mw nyontek haha*

  2. maknyaqeeltan berkata:

    Hihi..kalo aq nyaris sm kyk mb yanda..malah mungkin worse yak..klo kluarga, kita agak2 sntai. Rencana pasti ada, duedateny yg ga, usaha doank, selebihny ikut rncana Alloh..hee..agak terlalu santai apa pasrah?
    Klo urusan pendidikan anak nih yg kita lebih concern..dibahas tiap malam kyk ngapain aja anak2 hari ini, gimna progressnya, gimana aku bersikap k anak2, psoitif negatifnya kegiatan hari itu, smacam evaluasi, sembari observasi. Berhubung Qeela udh 2 minggu ini minta belajar dirumah aja, aku jadi agak lebih muter otak kasih kegiatan buat dia tiap harinya, makanya butuh bgt dishare k bapaknya, biar g mamaknya aja yg bingung.hee..
    Aku agak meracau jadinya…hehehe…ayo mba yanda di share lebih detil, biar akupun ikut nyontek.hee

  3. sheila berkata:

    wew tepuk tangan kak, hihi.. kalo aku masih jauuh banget kali ya bisa ngebekalin anak kek ginih. ngebekalin diri sndiri saja syusaah :p

  4. loe your post..PR banget yang buat kita para orang tua…kalo sekarang gw ama mas masih tahap galau mas iu mau sekolah umur berapa…lagi baca-baca aja usia berapa sih anak baiknya masuk sekolah .walaupu n katanya sekolah skrg juga gpp toh masih main2 aja…tapgw belom manteb sih..yah we’ll see

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s