Gejala khas Demam Berdarah/Demam Dengue; Edisi Revisi

Di post yang ini, pada point nomor 1 ay bilang kalau gejala demam berdarah adalah demam yang mendadak tinggi. Yang rupanya, sekarang tidak berlaku lagi. Heeee…

Sebulanan yang lalu, suhu badan Kinan naik, anget-anget gitu. Disertai batuk dan pilek.. Langsung lega, pemikirannya adalah kalau batuk pilek kan confirm virus. Ditunggu seminggu juga aman. Gue ga pernah kasih obat apapun kalau buat batuk pilek gitu. Sampe nyokap dan suster ga tegapun kalau denger Kinan batuk sampe muntah-muntah, gw cuma bilang: kasih  minum yang banyak, pijet pake bawang, kamar diuap, jemur. Kalau gue kasih obat, justru gue yang tega sama sistem kekebalan tubuh dia yang lagi berkembang, jadi manja. Yaaa.. dulu sih mikirnya gitu. Sampai kejadian kemarin itu.

Itu mulai anget hari sabtu, kamis akhirnya gue bawa ke dokter karena kok jadi panas dan lemes anaknya. Selain itu si adek juga kena batuk dan pilek, tapi ini pake bunyi ngikkk ngiiikk (but that’s another whole story😦 ) Pas diukur di rumah sakit sudah 40 derajat. Gue kaget karena diukur di rumah masih 37. Dokter bilang cek darah karena memang lagi musim DB, dan dzinnggg.. positif virus dengue.

Gua merasa kecolongan. Gue tanya dokter, “Dok, kok bisa sih ada batpil tapi kena db juga? Katanya kalau DB itu gejala tunggal ga mungkin ada batuk dan pilek juga?”

“Teorinya begitu bu. Pada prakteknya, ya enggak. Sekarang sudah ga gitu. Jadi harus tetap waspada ya ibu.”

Karena sudah hari kelima, fase selanjutnya adalah panas turun yang justru fase kritis. Alhamdulillah hari minggu sudah turun panasnya, tapiii radangnya masih ada. Pelajaran kedua bagi gue, batpil tidak selamanya virus. Berdasarkan hasil lab kinan, ada kenaikan pada leukosit terutama di sel batang. Menurut dokter, kalau yang naik sel batang, berarti disebabkan bakteri (hasil googling gue kemudian, sel batang memang sel darah putih yang bertugas untuk memerangi infeksi bakteri). Jadi ya harus diobati pake antibiotik.

Kriikk… Kriiikkk.. *jewer kuping* *jamur kuping*

Whatever it is, episode sakit itu melelahkan fisik dan batin (anak dan ibu). Mudah-mudahan abis ini nakanak sehat terus aamiinn..

spoiler alert: tentu tidak, habis itu Kin sudah sakit lagi. The long befriended disease of hers: Otitis Media with effusion.

 

2 thoughts on “Gejala khas Demam Berdarah/Demam Dengue; Edisi Revisi

  1. wiihh jadi batpil aja juga kudu waspada ya mba, takutnya bakteri. trus..DB ini memang spertinya udah makin canggih, soalny dulu aku pernah, ga demam cuma lemes parah ternyata DBD, alhamdulillah cpet ngehnya kalo badannya ga karu-karuan. kasian kalo anak2. alhamdulillah sudah sehat semua ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s