About Marriage

Suatu hari, saat youtube walking, gue sampai ke vlog-nya Fitrop, yang tentang menantang suaminya untuk tidak menaruh handuk bekas mandi sembarangan. Soalnya Fitrop ini udah cape ngasih tau suaminya, tapi tetep aja begitu, jadi dia bikin semacam challenge, terus di vlog-in gitu.

Gue tertegun, teringat perbincangan dengan seorang teman beberapa waktu lalu.

Jadi, kita saat itu sedang fieldtrip ke jawa tengah. Saat mau berangkat, teman itu sudah cek out kamar hotelnya, sedangkan gue belum. Terus dia mau pup, jadi numpang ke kamar mandi gue.

Fast forward beberapa hari kemudian, dia nanya (ni anak masih bocah ya jadi, gitu dehhh)

Teman: gimana, kemarin ee gue, bau ga?

Aku: bau si engga, cuma becek aja.

T: iya dih, kamar mandi bersih amat, kaga ada airnya sama sekali. Jadi ga enak gue.

A: (ketawa) dulu gue juga kamar mandi hotel becek. Terus dilap sama suami gue. Becek. Lap. Becek. Lap.

Bos (tiba-tiba nimbrung): terus jadinya dia ga enak. Lama-lama kebawa kebiasaan suaminya.

Gue cuma bisa nyengir.

Kalau di pernikahan, gue emang kayanya yang berperan jadi suaminya Fitrop, atau yaa, suami-suami pada umumnya. Suka lupa tutup pintu kamar mandi, naruh handuk dan baju kotor sembarangan, dan hal-hal kecil lainnya yang lazim dikeluhkan istri. Hahahaha…

Suami gue, di sisi lain, sangat teratur. Bangun selalu pagi (bahkan saat weekend! This, at the beginning, is quite frustrating 😂), rajin mandi, bahkan pup pun jadwalnya teratur 😵. Lebih rapih, lebih jago masak. Wkwkwkw…

Hari ini, tujuh tahun sudah gue mengupas bawang sama Gumi

Tahun ini, bawangnya makin banyak ya. Atau mungkin bawangnya kebesaran. Jadi rada perih-perih bercucuran nih mata 😂

If there is one thing I learned this year, it is that we should not take love for granted, let alone marriage. You should aaalwaays keep the sparks alive. Because falling out of love happens when you stop making effort

Katanya, tiap fase pernikahan ada masalahnya masing-masing. 1-5 tahun adalah masa penyesuaian. 6-10 adalah tahap jenuh. 11-15 fase asik sendiri (soalnya biasanya sudah di puncak karir atau asik sama keluarga).

jadi ayah, let’s fight this second phase marriage myth, together, along with gadis-gadis kesayangan. Hopefully, we could not only grow old together, but also grow up together. Dan juga, terimakasih ya sudah mengubah ibu  jadi lebih baik. Dari hal kecil kaya ngelap becekan kamar mandi, sampai cara menghadapi dan mengajar anak-anak. Mudah-mudahan, ibu juga, disadari ataupun tidak, mengajak ayah jadi lebih baik. Iya ga? Iya kan? Kan? *Insecure. 

Happy 7th Anniversary, Ay

Iklan

7 respons untuk ‘About Marriage

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s