The Absurd One

Laras, si anak bayi ter-under estimate. Karena kan kelakuan terlalu bayi, jadi take it slow untuk milestone-milestone. Ternyata di 2 taun 3 bulan milestone besar sudah terlewati. Berhasil sapih, diaper free, bebas botol.

Maaf ya Lalas, kami underestimate banget deh.

Kemarin performance pertama Laras. Ibu deg-deg an karena beda dengan Kinan yang easy baby (tapi pas gede ambegan juga, wkwkwk); Laras nih.. lebih susah lah. Naque ibu banget. Hffft. Hehe.. ga mau ditinggal pas di backstage. Kata gurunya, “ibu, mau ikut ke panggung nanti pas perform? *Guru nyengir* Kl ga mau, mending laras sama saya aja. Gapapa saya jagain”, maka keluarlah ibu diiringin isak tangis laras. Lalu ibu tegang nungguin saatnya kelas Laras perform. Dan…

Jeng jeng…

Laras keluar sambil digandeng gurunya, dan nangis kenceng, “mau sama ibuuu”

Guru-guru pun sibuk nenangin dia yang nangisnya sampai air mata ngalir-ngalir.

Sampai akhirnya lagu berkumandang.

Dan dia mulai menggerakkan kakinya.

Dan jadi semangat.

Dan bisa menari tanpa nyontek instruksi dari gurunya.

Yes, anakku random dan absurd.

❤️ You bayik.

Iklan

Satu respons untuk “The Absurd One

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s