Happy

Biar kata namaku di Handphonenya cuma ‘Fitriyanda Herawan’

Biar kata kalau ulangtahun jarang dibeliin kado (atau kalo dibeliin pun, beda selera)

Tapi digombalin gini, ya senyum-senyum juga..

“Love is not what makes you fall in the first place. It’s what keeps you going”

“Lebih Sayang Siapa?”

Dalam suatu sesi perpelukan menjelang tidur, Kinanti tiba-tiba bertanya: ibu lebih sayang adek, atau aku?

Ibu langsung nderegdeg. Kenapa Kinanti sampai nanya begitu? Apa dia merasa ada yang lebih diistimewakan? Padahal selama ini kami (merasa) sudah seadil mungkin..

“Kok Kinan nanya gitu? Emang menurut Kinan gimana?”

“Ga tau,” jawabnya sambil menggeleng.

Ibu terdiam.

“Enngg, kalau Kinan, lebih sayang ibu atau ayah?”

“Ga tau,” jawabnya lagi..

” Susah kan jawabnya? Ibu juga ga bisa jawab kalau ditanya begitu.”

“Tapiii,” lanjut ibu, “kalau ibu dan ayah terlihat lebih memperhatikan adek, itu karena adek masih kecil. Belum bisa apa-apa. Ibu takut ade jatuh. Atau adek makan mainan. Karena ade belum ngerti.”

Kinan tertawa..

“Kalau Kinan, sudah pintar. Sudah bisa jaga diri. Ibu dan ayah percaya sama Kinan. 

“Jadi kalau sayangnya sama besar, bentuknya saja beda. Cara menunjukkannya beda.”

Kinan mengangguk. 

And I could feel her smile.

“Oke Kinan?”

“Oke ibu…”

Aku ga tau, jawaban itu benar atau salah, but that was the most honest answer I could think of in a split second.

And I hope her mind (and heart) understood.

HoNY

I’ve been following Humans of New York for a while now. And among all those life tragedies and irony, I found this really cute story.


I guess I will always have this teen-lit side of my heart save and sound ❤️

Baby’s milestone

Akhirnyaa, posting blog lewat komputer. Iya, jadi sejak pindah dari kantor lama ke sini, ay posting tuh lewat hape. Niat ya. Postingan juga jadinya seadanya aja dan kurang bermakna. Buka berarti kalau posting pake laptop jadi lebih bermakna sih. Buktinya kaya postingan nyang eni nih. Tapi kalau pake laptop kan nulis preambule bisa jadi panjangan dikit kan, ga usah straight to the point kaya kalau nulis di hape karena kalau kepanjangan jempol keburu pegel, mata keburu siwer. Yah, walau ga ada isinya juga. Ehe.

Tapi posting apa ya.. *hmm**hmm*

Postingan evergreen saja lah ya yang tak lekang oleh waktu: nakanak.

Ga kerasa banget Laras Ayu bulan depan udah mau setahun lagi. Ya ampun naaak, kayanya baru kemarin ibu kecil hati karena di ruang pompa diliatin ibu-ibu lantaran hasil pompaan cuma 60ml. Sedangkan dia dapet 2 jar selai full. Sembari dia ngomong, “Oh karena anaknya cewe kali ya mbak, atau karena anaknya baru 3 bulan ya?” Padahal kan 3 bulan justru harusnya lagi banyak-banyaknya. Huhuhoh. Untung anak kedua ya, kalau anak pertama ana udah vundung. Anak kedua mah hajar weh 60 ge lumayan kalau diminum. Wk. Emang anak kedua lebih santai sih berbekal ajian, “ah toh ga ada anak yang ga bisa xxxxx (isi sendiri)”.

Contoh penggunaan ajian: usia 3 bulan Laras masih malas angkat kepala apalagi tummy time. Nehi. Nangis triak. Kembalikan aku pada punggungku! Lalu, gunakan kata-kata itu, “ya sudah lah, toh ga ada anak yang ga bisa angkat kepala pan?” atau usia hampir 11 bulan ini, Laras belom mau nyedot pake sedotan, lalu “yo wes, toh kagak ada anak yang ga bisa nyedot sampe gede,” Antara lebih santai dan malas memang beda dikit.

Jadi Laras sudah bisa apaaa di umurnya yang hampir sebelas bulan ini? –> salah satu perbedaan anak pertama dan kedua: Pas jaman Kinan pasti nulisnya lengkap xx month xx week. wkwkwk…

Giginya baru dua. Makannya udah nasi sekarang. Ih hebat anak ibu *prok prok prok* Udah bisa dari duduk ke berdiri tanpa pegangan. Terus berdiri ga pegangan 5-10 detik. Trus panik, jongkok lagi. :’)) Udah bisa ambil benang (yesssh benang!) atau benda apapun di lantai, diliatin, lalu HAP masuk mulut 😐 Kata jelas pertamanya apa? Yap, AYAH. Selamat loh ayah, two kids in a row *manyun* Ibu masih dipanggil mamah. Teteh dipanggil teteh. Kucing dipanggil mpuuu (asal kata mpus) atau meeeh (asal kata meng) sambil jentik-jentikkin tangan ke depan gaya manggil kucing. Pernah lagi nonton video di snapchat sembari dia nenen (jan ditiru) terus mbak di video bilang, “yaak semua tepuk tangan.” terus dia sembari ngantuk-ngantuk tepuk tangan :))

Kalau Keynanceh gimana? Bulan depan 5 tahun diaa, balita no more! Oh iya, salah satu milestone Kinan nih, berpisah sama susternya yang udah ngurus dari dia umur 10 hari. Yap, suster inilah yang berjasa membuat gue tidak mengalami kegalauan ibu bekerja lantaran pengasuh anaknya tidak balik habis lebaran selama 4 tahun ini. Jodohnya sudah selesai. I thought it was going to be hard for K. Turned out she went through it well. Ga nangis, ga nanya-nanya, malah ibunya yang berkaca-kaca pas susternya balik. Oh zona nyamankuu. Hahaha..

Tahun depan anaknya masuk SD. Ribet ya sis. Skolah incaran Kinan sih, tidak ada tes masuk calistungnya, tapi kuotanya dikit karena mengutamakan lulusan dari TKnya. Udah gitu belum ada lulusan SDnya nih, jadi belum tau kualitasnya secara akademis. Sedangkan sekolah yang akademisnya mumpuni, yang mana lulusannya banyak masuk SMA unggulan, batas kelahiran anak dipatok bulan Juli. Sebagai tim #anaktanggung yo mundur. Hah, SMA unggulan? kan Kinan baru mau masuk SD? Ya namanya Indonesia, SD menentukan SMP menentukan SMA. Berat ya Jeng jadi Ortu jaman sekarang. Yeuk.

Btw, ini ada artikel ringan-ringan gemes mengenai anak kedua. Sooo relatable. And No. 10 is such a relief. Hibernasi dulu sampai saat itu tiba boleh?

 

 

Miss Visioner 2016


“Jadi ini aku, Laras, dan dua adik laki-lakiku; Bu”

“Kenapa Bu? Kok reaksinya gitu. Ibu pusing ya mikirin punya anak empat? Nanti ibu teler lagi. Hehehe”

“Nah sekarang, kita pikirkan nama mereka yuk bu”

*sepanjang dialog ibu hanya mampu tepuk jidat :))

Kaki undul undul..

Laras dibeliin spatu yang ukuran 1-2 tahun kok ga muat. Masuk aja ga bisa. Pas anaknya dibawa ke toko sepatu, muatnya pake ukuran 23, karena kakinya ndut. Panjangnya masih jauh, tapi lebarnya ngepas. 

Wekeke.. Sehat terus ya Naque ibu..

kakiku undut ya bu?

Catatan Puasa Ibu (6 tahun terakhir)

Alhamdulillah ketemu Ramadhan lagi, dan sekarang sudah sampai di ujuuungnya. Bagaimana Buibu puasa dan ibadahnya? Lancar? InsyaAllah, aamiin..

Ternyata ya, selama (hampir) 6 tahun pernikahan, 2 tahunnya dilalui sebagai ibu hamil, dan 2 tahunnya sebagai ibu menyusui. Alhamdulillah bisa merasakan puasa (hampir) full, karena pas hamil dua-duanya pas usia kandungan sdh besar (7 dan 8 bulan kalau ga salah) jadi mantep ikut puasa; dan pas nyusuin pas anaknya udah pada lulus ASIX (9.5 dan 10.5 bulan) jadi rada tenang karena dah pada makan. Pun pas nyusuin dua-duanya ini masih belum dapet haid, jadi harusnya bisa pol.

Harusnya..

karena pada kenyataannya sih, dalam 4 tahun itu ada bolongnya 2-3 hari karena ga mau maksain kan, jadi kalau ada keluhan lebih mengutamakan berbuka daripada maksain. Kalau tahun ini, InsyaAllah batal 1x, mudah-mudahan 1 hari itu sahaja.

note lain, tahun ini sungguh malas beli baju lebaran apapun itu jadi maaf ya nakanakku, kita berdayakan koleksi almari saja xp

selamat menikmati ibadah hari-hari terakhir Ramadhan. semoga kita termasuk orang-orang yang layak menyebut Idup Fitri ini sebagai hari kemenangan.